Tantangan Dalam Proses Implementasi Circular Economy Indonesia

Tantangan Dalam Proses Implementasi Circular Economy Indonesia

Istilah economy circular menjadi sebuah tren baru yang berkembang di masyarkat. Tidak hanya itu, saat ini sudah cukup banyak pihak yang berupaya untuk mengimplementasikan circular economy Indonesia dalam beragam sektor yang berbeda, terutama berkaitan dengan kegiatan produksi dalam bisnis.

Perlu diketahui, economy circular atau ekonomi melingkar merupakan konsep di mana ada keberlanjutan dari proses produksi yang dilakukan. Berkaitan dengan isu lingkungan, konsep ini bertujuan untuk menciptakan hasil produksi yang tidak hanya ramah terhadap lingkungan, tetapi juga berkelanjutan atau bisa dipakai secara terus menerus.

Hanya saja, penerapan economy circular di Indonesia memiliki beberapa tantangan yang harus disikapi dengan bijak. Adapun beberapa tantangan yang dimaksud diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Adanya kemungkinan gangguan pada kenyamanan konsumen

Salah satu tantangan dari penerapan economy circular di Indonesia adalah adanya kemungkinan gangguan pada kenyamanan konsumen. Misalnya saja, produsen mengganti kemasan plastik untuk produk mereka yang dianggap kurang ramah lingkungan dengan kemasan kaca pada produk air kemasan.

Hal tersebut bisa berdampak pada harga produk yang cenderung akan naik ataupun kemasan yang terasa lebih berat saat dibawa. Bisa jadi, hal semacam ini nantinya akan berpengaruh pada kepuasan konsumen yang berpotensi mengurangi penjualan.

  • Kurangnya teknologi pendukung untuk pengelolaan sampah

Sebagaimana disinggung sebelumnya bahwa penerapan economy circular merupakan sebuah upaya yang dilakukan untuk menanggulangi sampah yang berasal dari sisa produksi. Namun, kenyataan yang terjadi saat ini adalah teknologi yang digunakan untuk pengelolaan sampah belum tersedia secara menyeluruh.

Fakta tersebut bisa dilihat dari bagaimana cara pengelolaan sampah di Indonesia. Kebanyakan sampah yang masuk ke pembuangan hanya akan ditumpuk ataupun dibakar. Tentu, dengan fakta tersebut nantinya konsep economy circular pun belum bisa dilakukan dengan maksimal.

  • Kurangnya teknologi daur ulang

Tidak hanya belum tersedianya teknologi pengelolaan sampah yang baik, tantangan lain terkait penerapan konsep economy circular di Indonesia adalah kurangnya teknologi daur ulang. Ini juga menjadi sebuah tantangan yang cukup serius.

Pasalnya, salah satu konsep dari economy circular yang diterapkan adalah recycle. Artinya, konsep economy circular menekankan untuk melakukan daur ulang dari sisa produksi yang ada. Tanpa adanya teknologi daur ulang yang memadai, bisa dikatakan jika konsep economy circular cukup susah untuk dijalankan dengan maksimal.

  • Rancangan model bisnis yang cenderung buruk

Hal lain yang menjadi tantangan dalam penerapan konsep economy circular di Indonesia adalah rancangan model bisnis yang cenderung buruk. Perlu diketahui bahwa economy circular merupakan sebuah konsep yang baru. Oleh karenanya, perlu adanya pemahaman dan adaptasi baru yang dilakukan.

Beberapa hal di atas merupakan apa yang menjadi tantangan bagi penerapan circular economy Indonesia. Tentu, tantangan tersebut perlu dihadapi demi mendapatkan target penerapan ekonomi sirkuler yang diinginkan.