Cara Membuat Tie Dye

Cara Membuat Tie Dye

Jika kamu adalah orang yang mengikuti perkembangan fashion, tentu kamu tidak akan mau ketinggalan tren saat ini. Kamu pasti sadar bahwa motif tie dye kembali booming. Saat ini ada banyak anak muda yang memamerkan keahlian mereka dalam berinovasi dalam membuat tie dye.

Tie dye sendiri adalah teknik dimana kain diikat dengan tali kemudian mencelupnya dengan warna tertentu untuk manghasilkan sebuah pola. Motif tie dye akan tercipta karena pewarna gagal menembus bagian yang telah diikat. Setelah kering, kain dilepaskan ikatannya untuk memperlihatkan lingkaran, titik, dan garis yang tidak beraturan.

Sekarang teknik pewarnaan tie dye menggunakan pewarnaan sintetik yang mudah digunakan, tahan lama, dan cepat mengungkapkan. Namun, pada awal penemuan teknik ini, para pengrajin menggunakan pewarna alami yang diekstrak dari alam. Sumber tersebut meliputi akar-akaran, buah beri, bunga, dan pewarna. Hingga saat ini, bahan-bahan tersebut masih digunakan oleh pengrajin yang mendukung pewarnaan dan fashion organik. Kain yang digunakan untuk pewarnaan biasanya menggunakan kain dari bahan alami. Hal ini karena kain alami akan menahan warna lebih baik dibandingkan dengan kain sintetis.

Berikut ini cara membuat tie dye yang bisa kamu praktekkan di rumah….

Alat dan Bahan yang diperlukan

  • Siapkan kaos putih polos, usahakan yang terbuat dari bahan katun 100 persen atau kombinasi 50 persen kain katun dan 50 persen kain polyester.
  • Pewarna pakaian dalam bentuk bubuk yang bisa dbeli di toko tekstil atau toko alat kerajinan. Jika kamu ingin berhemat, maka cukup beli tiga warna dasar yakni merah, kuning, dan biru. Pasalnya ketiga warna ini bisa kamu kombinasikan untuk membuat warna lain seperti oranye, ungu, dan hijau.
  • Karet gelang atau tali untuk mengikat kaos.
  • 4 liter air hangat.
  • 250 ml soda abu.
  • Kantong plastik atau zip lock untuk membungkus kaos.
  • 1 pasang sarung tangan lateks.
  • Karton atau kardus untuk mencegah permukaan lantai atau meja kotor.
  • Botol saus dengan moncong lancip untuk tempat pewarna.

Cara Membuat :

  1. Siapkan dahulu alas dan kaos yang akan dibuat menjad tie dye shirt
  2. Bentangkan kaos di atas permukaan yang rata dan bersih, di meja atau lantai. Jangan lupa untuk menggunakan kardus atau karton sebagai lapisan pelindung.
  3. Untuk mendapatkan motif spiral, cubit bagian tengah kaos dan putar secara perlahan untuk membentuk spiral. Sambil memutar kaos, Moms perlu menekan bagian pinggiran supaya tetap rata.
  4. Jika sudah membentuk spiral sempurna, ikat kaos dengan karet gelang. Bagi kaos menjadi 8-10 bagian dengan menggunakan karet atau tali.
  5. Kini waktunya mewarnai kaos dengan pewarna yang sudah dilarutkan. Moms bisa segera memberikan warna pada setiap bagian kaos yang sudah dibagi tadi. Di sini Moms bisa berkreasi mengenai warna-warna apa saja yang diinginkan.
  6. Jika sudah, maka masukkan kaos tie dye tadi ke dalam kantong plastik atau zip lock dan diamkan warna meresap hingga 24 jam.
  7. Jika sudah, maka Moms bisa melepas karet gelang dari kaos tie dye dan segera bilas dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa pewarna yang masih menempel.
  8. Jika sudah tak ada sisa warna yang menempel, maka jemur hingga kering dan kaos tie dye siap Moms kenakan.

Tidak hanya pada kaos, kamu juga bisa mengaplikasikannya pada sweater atau hoodie.

Namun, jika pakaiannya berwarna selain putih, maka pewarna tersebut diganti dengan produk pemutih pakaian.